Inilah 5 Saran Karier yang Layak Disimak Selagi Muda, Agar Kamu Gak Stuck Jadi Biasa-Biasa Saja!

Masa satu-dua tahun setelah lulus kuliah sangat krusial untuk perkembangan kariermu. Di masa-masa ini kamu layaknya spons yang menyerap sebanyak mungkin pengalaman dan ilmu. Tapi tahukah kamu saran yang mana yang benar-benar berguna untuk perkembangan kapasitas profesionalmu?

Untuk membantu para generasi muda Indonesia mencapai impian profesional mereka,SCG salah satu perusahaan konglomerat terbesar di ASEAN untuk bidang semen,bahan bangunan,packaging,dan industri kimia menggelar program SCG Drawing Your Career di Jakarta. Nggak main-main,SCG mengundang langsung psikolog, motivator andal, dan Direktur Experd Consulting Ibu Eileen Rachman. Program ini diikuti oleh 35 mahasiswa tahun pertama dan kedua dari seluruh Indonesia, yang terpilih dari ratusan mahasiswa sepantaran melalui seleksi esai.

1. Tugasmu sebagai pekerja muda adalah belajar sebanyak-banyaknya. Keluar dari zona nyaman adalah cara paling efektif melakukannya

Memasuki dunia kerja sebagai anak muda, tentu kamu belum punya insting dan skill berharga yang dimiliki seniormu di tempat kerja. Karena itu, tugas pertamamu adalah belajar mengembangkan diri sebanyak-banyaknya. Dan cara paling cepat untuk belajar, adalah dengan keluar dari zona nyaman.

Jika selama ini kamu tak begitu nyaman berinteraksi dengan orang yang belum kamu kenal, cobalah jadi pribadi yang lebih terbuka di tempat kerja. Kesempatan mendapat ilmu dari mereka yang lebih senior akan semakin terbuka pula. Jika selama ini kamu hanya menguasai satu skilltertentu, jangan menolak permintaan atasan untuk mempelajari skill lain yang akan berguna buatmu. Tiap anak muda punya zona nyaman. Jangan biarkan zona nyaman itu menghalangimu berkembang.

2. Kembangkan diri menjadiknowledge worker.Supaya yang dihargai bukan cuma tenaga fisikmu saja, namun juga strategi dan inovasi yang kamu punya

Di antara berbagai profesional yang ada,knowledge worker— mereka yang dihargai karena otak, strategi, dan inovasinya — adalah mereka yang paling tak mudah digantikan oleh perusahaan. Karena itu, kembangkanlah dirimu sejak dini untuk menjadi knowledge worker.

Pelajari deh bagaimana seniormu mengolah data menjadi informasi berharga untuk kemajuan perusahaan; simak juga bagaimana atasanmu menganalisis masalah, lalu mengembangkan ide untuk memecahkan masalah tersebut. Kemampuan menyimak dan mendengarkan, berpikir kreatif, dan menganalisis permasalahan mutlak dibutuhkan untuk menjadi knowledge worker.

3. Kenali gaya komunikasimu dan teman-teman, supaya lebih efektif membangun jaringan
Kenali gaya komunikasimu

Ada empat jenis gaya komunikasi di tempat kerja:controller, promoter, supporter, dan analyzer. Masing-masing gaya komunikasi punya ciri khasnya sendiri.

Mereka para controller lebih suka berbicara to the point —basa-basi malah akan membuat mereka kesal. Yang penting bagi para controller adalah setiap tugas bisa terselesaikan dengan baik. Para promoter justru sebaliknya: mereka tertarik membicarakan hal-hal pribadi dan mengambil pendekatan personal pada rekan-rekan satu timnya. Kalau kamu termasuk yang bergaya komunikasi supporter, kamu akan mengambil tempat di “belakang layar” supaya atasan atau rekan satu timmu semakin “bersinar”. Sementara para analyzer sangat nyaman berdiskusi memakai patokan data, diagram, dan tabel.

Tiap orang jatuh di kategori yang berbeda-beda.Agar bisa lebih efektif membangun jaringan dan berkomunikasi di tempat kerja, cari tahu deh kamu termasuk kategori yang mana.

4. Tentukan tujuan masa depan yang SMART (specific, measurable, attainable, realistic, timely)
Tentukan tujuanmu

Bukan tanpa alasan jika pertanyaan itu sering muncul saat wawancara kerja. Perusahaan pasti ingin setiap stafnya punya tujuan dalam menjalani pekerjaan mereka.Sense of purpose akan memacu orang untuk selalu bekerja keras. Mereka yang punya sense of purpose dalam pekerjaannya tidak akan menghindar dari atau sengaja menunda-nunda tugas.

Jangan sembarangan menentukan tujuan masa depan. Anagram SMART bisa membantumu menentukan tujuan yang memang tepat. Tujuan yang tepat haruslah spesifik; measurable (bisa diukur dengan patokan keberhasilan yang jelas) attainable (bisa dicapai seiring perkembangan kemampuan pribadimu); realistic (tidak mengada-ada dan asal keren saja); serta timely (punya target waktu tertentu). Nah, apakah tujuanmu sekarang sudah SMART? :)

5. Terapkan prinsip personal branding dalam segala interaksi. Karena hal pertama yang akan dikenang orang tentangmu adalah citra diri.

Hal pertama yang akan orang ingat tentangmu adalah citra diri. Karena itu, penting untuk membentuk personal branding-mu sendiri sejak saat ini. Mudah saja kok caranya: jika kamu ingin dikenal sebagai orang yang berkepala dingin, misalnya, jangan pernah pasang status atau update marah-marah di sosial media. Intinya, tentukan kamu ingin dikenal sebagai orang yang seperti apa, kemudian jagalah sikapmu – online maupun offline – supaya selalu selaras dengan citra dirimu itu.

Menerapkan lima saran di atas akan membantumu berkembang di dunia kerja, dan mencegahmu jadi karyawan muda yang biasa-biasa saja. Tentu saja kamu tak akan bisa berkembang tanpa ada kemauan pribadi dalam hatimu sendiri. Buktikan yuk kamu memiliki kemauan pribadi ini!

3968 Total Views 1 Views Today